Sabtu, 16 Mei 2015

ASAL SEBELUM WUJUD


ASAL  SEBELUM WUJUD



Jika seluruh wujud mempunyai asal;;
bertanyakah engkau darimanakah sebelum berasal
dan apakah asal itu sendiri yg mewujud hingga seperti berasal.
karena tipuan pandangan atas wujudlah yg membatasimu dari sebuah asal.
dan jika tipuan daya pandangmu atas wujud mengungkungmu pada sebuah dimensi wujud itu sendiri, maka asal dari sebelum wujudpun menjadi tersamar dan teryakini olehmu bahwa wujud yg engkau lihat,dengar,dan rasakan adalah sebuah kebenaran
DAN membenamkan dirimu pada sebuah dimensi palsu yg kau anggap nyata
PANDANGANMU adalah nyatamu
RASAMU adalah benarmu
DENGARMU adalah yakinmu
semua terbatasi oleh keterbatasanmu sendiri dan dimensimu sendiri
lalu apakah batas batas itu tiada engkau ketahui sesungguhnya...
karena  yg mewujudkan sebuah wujud itu sendiri, memberi batas untuk mengetahui kebenaran dari asal sebelum wujud.
mengenal tanpa mengetahui adalah cukup bagimu sebagai sebuah wujud
karena ASAL MUASAL tidak terikat oleh sebuah dimensi apapun, wujud apapun, asal dari asal yg berasal hingga asal asalan. tidak ada kaitan dengan siapapun adalah SATU yg sungguh menjadi asal dari segala dimensi dari wujud dan tidak berwujud..
karena ASAL MUASAL ITU SENDIRI TIDAK BERASAL DAN DIASALKAN.
Apakah wujudmu yg sesungguhnya adalah terbatas dengan seberapa besar kemampuanmu untuk mengenal wujud itu sendiri,…seperti jika kau berusaha memandang langit maka pandanganmu akan disamarkan oleh batas penglihatanmu
Daya pandang,rasa,dan dengar tentu saja terbatas oleh seberapa mampu engkau melihat,merasa,dan mendengar. Karena disana terbentur oleh akal yg menjadi sebuah daya pikir untuk mengetahui sebuah wujud.
jadi pada level apa kepastian itu bisa diyakini kebenaranya.
Bahkan ini belum pada tingkat level yg lain yg lebih mustahil diterima oleh akal kita,oleh daya pikir kita.
Setiap orang memiliki sanggkaan pada sebuah arti kebenaran padahal dia belum tentu mengetahui 100% kebenaran itu sendiri. Lalu apa inti dari semuanya ini padahal kebenaran bagi kita itu belum tentu benar . inilah yg saya maksud keterbatasan oleh ASAL SEBELUM WUJUD dan bahkan SESUDAH WUJUD.
Seberapa jauh kita mengenal asal terbataslah kita, dan seberapa jauh pula kita mengenal wujud terbatas jugalah kita walaupun kita sebagai manusia adalah ciptaan yg paling sempurna.
Tidak ada yg tahu dan dapat memastikan tentang asal sebelum wujud dan sesudah berwujud selain asal dari wujud itu sendiri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar